Porang, Berikut Manfaat Apa Saja Simak Penjelasannya Tanaman

Porang, Berikut  Manfaat Apa Saja Simak Penjelasannya Tanaman 

Porang

Porang adalah tanaman umbi-umbian dengan nama latin Amorphophallus muelleri. Di beberapa daerah di Jawa, tanaman porang dikenal dengan nama iles-iles. Budidaya porang juga terbilang mudah dan murah karena tak memerlukan banyak perlakukan khusus. Pohon porang mudah tumbuh dalam berbagai kondisi tanah, bahkan di lahan kritis sekalipun.

Porang adalah jenis tanaman yang masuk dalam klasifikasi umbi-umbian dengan nama marga Amorphophallus. Bentuk pohon porang berupa batang tunggal dan semu yang diameternya antara 5 mm hingga 50 mm.

Jenis Tanaman Porang

Jenis tanaman porang yang termasuk dalam keluarga tanaman iles-iles ini jumlahnya sekitar 80. Walaupun tersebar di beberapa negara namun Indonesialah yang paling banyak memiliki jenis porang.

Beberapa jenis yang sering ditemui di nusantara antara lain:

  • Amorphophallus oncophyllus
  • Amorphophallus campanulatus
  • Amorphophallus variabilis
  • Amorphophallus decus silvae
  • Amorphophallus spectabilis
  • Amorphophallus titanum
  • Amorphophallus muelleri

Adapun jenis yang umum dimanfaatkan sebagai bahan baku makanan yaitu Amorphophallus variabilis, Amorphophallus campanulatus dan Amorphophallus oncophyllus.

Teknik Budidaya Tanaman Porang

Apabila Anda tertarik membudidayakan tanaman porang, berikut beberapa tahapan yang wajib dilakukan agar tidak mengalami kegagalan:

Pembersihan Lahan

Tahap pembersihan lahan tidak boleh diremehkan. Anda harus memastikan lahan tersebut bebas dari rumput liar yang akan mengganggu pertumbuhan porang. Rumput harus dicabut sampai akarnya terbawa.

Anda bisa membersihkan secara manual dengan menggunakan alat seperti sabit atau mesin pencabut rumput. Alternatif lain adalah memanfaatkan bahan kimia seperti herbisida. Penggunaan herbisida tergolong aman dan efektif mematikan rumput hingga akar.

Setelah rumput tercabut semua, jangan dibuang tapi timbunlah dengan tanah. Nantinya, rumput akan membusuk dan bisa bermanfaat sebagai pupuk alami yang menyuburkan.

Tidak hanya rumput, tanaman lain yang menjadi gulma juga harus dihilangkan. Dengan begitu lahan sudah siap untuk ditanami dengan bibit porang.

Persiapan Lahan Tanam dan Penanaman Bibit Porang

Berkaitan dengan persiapan tanam, ada 3 faktor yang penting diperhatikan yaitu waktu penanaman, metode penanaman dan jarak antar bibit tanaman.

Waktu penanaman terbaik untuk perkembangbiakan jenis umbi dan katak adalah saat musim kemarau. Sedangkan perkembangbiakan jenis biji dan lainnya sebaiknya dilakukan saat memasuki musim hujan.

Selanjutnya adalah jarak tanam yang nantinya mempengaruhi pemanenan. Apabila Anda menggunakan bibit dari katak, maka beri jarak dalam kisaran 35 cm hingga 80 cm sedangkan jarak untuk bibit dari umbi berkisar 35 cm hingga 90 cm.

Anda dapat mengubah jarak antar bibit menjadi 2 atau 3 kali lebih lebar dari jarak awal. Khususnya apabila umbi atau bubil yang dipilih memiliki ukuran yang cukup besar. Penambahan jarak akan memudahkan panen dan memperbanyak jumlah porang yang dipanen.

Langkah langkah untuk mempersiapkan lahan tanam :

  • Memasang ajir atau penegak tanaman yang terbuat dari belahan batang bambu. Pastikan jarak antar ajir sekitar 1 meter x 1 meter khusus untuk bibit dari bubil dan umbi
  • Membuat gundukan atau jalur dengan lebar sekitar 0,5 meter menggunakan alat seperti cangkul
  • Membuat lubang tanam yang ukurannya sekitar 20 cm x 20 cm x 20 cm atau disesuaikan dengan besar kecilnya bibit yang Anda pakai
  • Memupuk tanah yang akan ditanami untuk mempercepat pertumbuhan porang

Setelah lahan sudah siap, Anda tinggal memasukkan bibit porang pada lubang yang sudah dibuat. Agar tidak gagal, perhatikan cara menanam bibit tanaman porang berikut ini :

  • Apabila menggunakan benih dari umbi, maka penanaman dilakukan dengan cara membalik maupun tidak membalik tunas. Kedua cara tersebut tetap akan menghasilkan umbi porang yang kualitas dan bobotnya sama
  • Apabila menggunakan benih dari katak atau bubil, maka jangan membalik mata bubil sehingga tanaman dapat tumbuh tanpa kendala
  • Apabila menggunakan benih dari biji yang telah disemai, maka pastikan akar yang dimiliki masih utuh dan tidak rusak. Memasukkan akar ke lubang tanam pun harus hati-hati dan pastikan setelahnya tertutup dengan tanah secara sempurna

Proses Penyiangan

Penyiangan merupakan salah satu cara merawat tanaman porang agar tidak terhambat pertumbuhannya. Waktu terbaik untuk melakukan penyiangan pertama adalah sebulan setelah Anda menanam benih porang.

Setelah itu, lakukan penyiangan secara rutin terutama saat tanaman gulma bermunculan di sekitar porang. Penyiangan dapat dilakukan menggunakan bantuan alat maupun bahan kimia. Apabila memanfaatkan bahan kimia, maka jangan disiangi ketika porang masuk siklus vegetatif.

Seperti halnya saat pembersihan lahan tanam, rumput dan tanaman gulma lain dari hasil penyiangan harus ditimbun dalam tanah. Tujuannya adalah agar membusuk secara alami dan menjadi pupuk organik yang penuh nutrisi.

Pemupukan dan Pendangiran

Jenis perawatan lain adalah memberikan pupuk secara berkala. Waktu paling ideal untuk memupuk tanaman porang adalah setelah lahan disiangi sehingga tidak ada gulma yang ikut menyerap nutrisi dari pupuk.

Selain itu, pastikan memberikan pupuk saat tanaman porang berada dalam fase vegetatif. Setidaknya tanaman porang akan memasuki fase tersebut sebanyak 3 kali sebelum akhirnya dipanen.

Terdapat 2 jenis pupuk yang umum digunakan yaitu pupuk organik dan anorganik. Pupuk organik yang difermentasi diberikan pada tahap pemupukan awal. Sedangkan pupuk anorganik seperti NPK bisa diberikan saat porang sudah tumbuh besar.

Tidak hanya pemupukan, perawatan dengan pendangiran juga dibutuhkan. Bagi yang belum familiar, pendangiran adalah proses penggemburan tanah agar umbi porang yang dihasilkan lebih berbobot dan berkualitas.

Cara melakukan pendangiran yaitu dengan membolak-balikkan tanah menggunakan cangkul atau sekop sambil ditambahkan pupuk. Proses tersebut harus dilakukan dengan ekstra hati-hati supaya akar tanaman porang tidak rusak.

Penanggulangan Hama dan Penyakit

Tanaman porang paling sering diserang oleh jenis hama seperti nematoda, belalang, ulat araechenes dan ulat makasar orcetti. Kedua ulat tersebut merupakan jenis ulat yang memang biasa menyerang umbi-umbian.

Sedangkan penyakit yang mengancam tanaman porang antara lain batang semu yang membusuk dan daun yang layu serta kering. Penyebab umum dari penyakit tersebut yaitu Rhyzoctonia sp, Sclerotium sp dan Cercospora sp yang semuanya adalah jenis jamur.

Bagaimana cara mengatasinya? Anda bisa menggunakan karbofuran yang merupakan bahan kimia untuk membasmi hama pengancam pertumbuhan tanaman. Penanggulangan untuk jamur penyebab penyakit bisa dengan memanfaatkan fungisida Benlate dan Ridomil.

Anda harus mengecek secara rutin kondisi fisik tanaman porang. Dengan begitu, Anda bisa langsung mengambil langkah pencegahan dan penanggulangan sebelum tanaman porang mati.

Pemanenan

Panen perdana dapat dilakukan saat tanaman porang berumur 2 tahun terhitung dari sejak bibit ditanam. Ciri-ciri tanaman yang siap dipanen adalah daun yang sudah mengering dan jatuh. Sebaiknya, panenlah umbi yang berukuran lebih dari 1 kg.

Umbi yang masih kecil harus diambil setahun setelahnya ketika bobot sudah melebihi 1 kg. Tahap panen selanjutnya dapat dilakukan sekali dalam setahun.

Manfaat Porang
Manfaat porang juga biasanya diolah menjadi bahan baku produk kosmetik, pengental, lem. “Manfaat porang banyak digunakan untuk bahan baku tepung, kosmetik, penjernih air, juga untuk pembuatan lem dan jelly yang beberapa tahun terakhir kerap diekspor ke luar negeri, seperti Jepang dan China,” kata Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo seperti dikutip pada Kamis (15/4/2021). Dari data yang dirilis Kementerian Pertanian, jika dijadikan sebagai tanaman budidaya pertanian, keunggulan pohon porang yakni bisa beradaptasi pada berbagai semua jenis tanah dan ketinggian antara 0 sampai 700 mdpl. Tanaman porang juga relatif bisa bertahan di tanah kering. Umbinya atau bibit porang juga bisa didapatkan dengan mudah, sementara tanamanya hanya memperlukan perawatan yang minim.

Mencegah Penyakit Diabetes

Kandungan glukomanan dalam tanaman porang memiliki dampak positif untuk mencegah penyakit diabetes. Sebab, glukomanan dapat menurunkan kadar gula dalam darah yang terlalu berlebihan.

Oleh sebab itu, porang sangat cocok dijadikan makanan tambahan bagi para penderita diabetes. Cara mengkonsumsinya beragam salah satunya yaitu dicampur dengan bahan lain seperti ginseng sehingga khasiatnya akan lebih banyak.

Mengatasi Peradangan

Setelah dilakukan penelitian oleh para ekspert, ternyata umbi tanaman porang mengandung zat anti-inflamasi. Dengan alasan itu, porang mampu mengatasi inflamasi atau peradangan yang terjadi pada tubuh bagian dalam.

Tidak hanya peradangan, porang ternyata juga bisa membuat luka cepat sembuh. Sebab, kandungan glukomanannya bekerja membangun sistem imun secara efektif yang berdampak pada meningkatnya kemampuan tubuh untuk menyembuhkan luka.

Menurunkan Berat Badan

Bagi Anda yang sedang diet maupun menjaga berat badan, tanaman porang dapat dijadikan salah satu alternatif pengganti nasi. Kandungan karbohidratnya mampu memenuhi kebutuhan tubuh dan membuat Anda kenyang dalam waktu yang lebih lama.

Selain itu, Anda juga bisa mengonsumsi porang dalam bentuk suplemen. Setiap suplemen mengandung glukomanan dari umbi tanaman porang yang sudah ditakar sesuai porsi. Dengan mengkonsumsi secara rutin, maka 1.200 kalori mampu dibakar.

Mencegah Penyakit Jantung

Tidak disangka tanaman porang bermanfaat untuk menjaga jantung tetap sehat. Oleh sebab itu, disarankan untuk mengonsumsi porang secara berkala terutama bagi Anda yang memiliki permasalahan pada jantung.

Selain itu, porang juga berkhasiat melancarkan peredaran darah sekaligus mengusir kadar kolesterol jahat dalam tubuh. Dengan memiliki sirkulasi darah yang lancar maka Anda akan terhindar dari resiko penyumbatan pembuluh darah.

Merawat Kesehatan Kulit

Bukan hanya dari luar, menjaga kesehatan kulit juga perlu dilakukan dari dalam. Salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan tanaman porang. Permasalahan jerawat juga bisa diatasi berkat kandungan umbi tanaman porang yang mampu memerangi bakteri penyebab jerawat.

Menurunkan Risiko Kanker Usus

Seperti tanaman umbi-umbian pada umumnya, porang juga mengandung serat yang cukup tinggi. Tidak mengherankan apabila porang berkhasiat menjaga sistem pencernaan agar tetap sehat sekaligus mencegah sembelit.

Dengan memiliki organ pencernaan yang bagus maka akan meminimalisir terjadinya kanker usus. Peradangan pada bagian usus juga dapat dicegah terlebih lagi porang bersifat anti-inflamasi.

Menjernihkan Air

Apabila Anda sering menghadapi masalah air yang kotor dan keruh maka porang bisa dijadikan solusi sebagai bahan penjernih alami. Kandungan glukomanan pada tanaman porang ampuh membersihkan air dan menjadikannya jernih kembali.

Tidak perlu khawatir soal efek samping karena kandungan dalam porang akan larut sendirinya di dalam air tanpa menimbulkan bahaya.

Menjadi Bahan Baku Barang Industri

Kandungan dalam umbi porang juga bisa dijadikan sebagai bahan perekat. Oleh sebab itu, banyak industri yang memanfaatkannya untuk membuat perekat kertas dan lem ramah lingkungan.

Bahkan pembuatan kertasnya juga bisa dibuat dari porang. Selain itu, kandungan glukomanan pada porang kerap digunakan sebagai bahan campuran untuk cat dinding, kain katun, pengkilap kain, kain wol, kapsul, parasut dan berbagai bahan imitasi.

Mengentalkan Es Krim

Glukomanan yang diubah menjadi tepung konjac sering digunakan sebagai bahan pengental makanan dan minuman, salah satunya adalah es krim. Tepung konjac tersebut dapat mengentalkan es krim apabila dicampurkan ke dalam racikan es.

Dengan begitu, es krim akan awet dan tidak mudah meleleh dalam waktu singkat. Bahan pengental dari porang dijamin aman karena tidak mengandung bahan pengawet.

Membuat Isolator Listrik

Tidak banyak yang mengetahui ternyata tanaman porang berguna untuk membuat gel silicon. Bahan tersebut merupakan alternatif terbaik untuk isolator listrik.

Selain relatif murah, cara pengaplikasiannya pun mudah. Hanya saja, Anda tetap perlu berhati-hati dalam pemasangan agar tidak menimbulkan akibat yang membahayakan.

 


Referensi

https://petanidigital.id/

https://money.kompas.com/

 

 

Post a Comment

Previous Post Next Post