Peluang Usaha di Kota Batu

Ilustrasi pelatihan usaha


Usaha di bidang kuliner terbukti tidak pernah surut peminatnya. Supaya keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan memiliki kesempatan untuk mendapatkan penghasilan tambahan, Dinas Sosial Kota Batu mengumpulkan peserta dari beberapa desa untuk berlatih membuat kue.


Mengingat Batu menjadi destinasi wisata di Jawa Timur, peluang usaha kuliner menjadi salah satu yang dapat diandalkan. Itu sebabnya, Dinas Sosial Kota Batu membat pelatihan yang berlangsung dua hari, 12–13 April 2018, di Apple Sun Kecamatan Bumiaji.


Narasumber dihadirkan langsung dari praktisi usaha Kota Batu yaitu Avida Laily. Avida Laily merupakan salah satu pengusaha kue yang cukup ahli yang terkenal dengan brownies cokelat dan semacamnya. Ia melatih gakin dan penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) agar dapat berusaha mandiri melalui unit usaha dengan membuat kue.


“Ini praktik pembuatan kue yang cepat diolah dan dengan bahan organik,” kata Avida.



Para peserta langsung mempraktikan mulai dari menyusun bahan, mengolah bahan, sampai pengemasan. Mereka tekun mencatat.


Praktik pelatihan awal ialah membuat kue iris cokelat, dengan bahan di antaranya tepung terigu, mentega, kuning telur ayam, susu, dan gula. Kue itu dibuat karena pengerjaan mudah dan penjualan cukup bagus karena respons pasar cukup banyak diminati.


Peserta pelatihan membuat kue sebanyak 80 orang didatangkan dari Kelurahan Temas, Desa Gunungsari, Desa Mojorejo, Desa Junrejo, dan Desa Sumberejo. Mereka dibagi menjadi enam kelompok.



Mereka antusias dan rajin menanyakan setiap tahap dalam pembuatan kue. Tidak berhenti di pembuatan kue, informasi mengenai pasar dan semacamnya pun diberikan Avida.


Avida dengan senang hati berbagi informasi dan ilmu. Itu bisa digunakan sebagai salah satu referensi produk unit usaha bersama ekonomi kelompok dengan respons penjualan di pasar cukup baik.


https://surabaya.tribunnews.com/2018/04/26/peluang-usaha-di-batu



0 Comments