Ibu Pilar Penting Suatu Keluarga

Ibu Pilar Penting Suatu Keluarga




Keluarga merupakan unit terkecil dalam pembentukan masyarakat, berbangsa dan bernegara terdiri dari orang tua, anak. Harmoni interaksi di dalamnya melekat hubungan cukup kuat didasari ikatan pernikahan dan dasar fondasi agama.



Konon dahulu ada film keluarga cemara, melalui tayangan visual tersebut mendeskripsikan bagaimana keluarga kecil bahagia terdiri dari hubungan keluarga anak dan orang tua melalui peranan masing - masing saling menguatkan, mengingatkan satu dengan lainnya. 

Ibu Pilar Penting Suatu Keluarga





Semua cerita indah dan istimewa dalam keluarga terdapat sosok yang tiada lelah mendampingi, mengurusi, mendidik, sahabat sekaligus pendidik bagi anak, darinya tumbuh suatu goresan panduan kehidupan yang baik baik di dunia maupun akhirat yaitu tiada lain hadirnya ibu dengan berbagai peranannya.



Menilik suatu panduan beragama Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menyampaikan bagaimana sosok ibu cukup perlu diiingatkan ditaati selama tidak melakukan kemaksiatan bahkan disebut tiga kali baru kemudiana ayah.



Luar biasa sosok Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam suri tauladan muslim untuk seorang ibu. Berasal dari beliau susah payah selama mengandung anak bahkan sampai menjelang kelahiran, taruhan nyawa beliau korbankan. Bahkan perjalanannya tidak berhenti di situ. Sepanjang kehidupan seorang anak - anak tidak lepas dengan peranan ibu.



22 Desember merupakan momentum untuk mengingatkan kita semua untuk memperhatikan orang tua (ibu) dengan memperhatikan apa yang disampaikan menuju kebaikan, merawatnya selama anak berada dalam jangkauan orang tua. Jauhi menghardik orang tua (ibu) karena dari polesan didikan seorang yang mulia generasi hebat bisa terlahir di keluarga, masyarakat bangsa dan bernegara bukan? Yuk selagi masih ada orang tua (ibu) berusahalah menjadi anak berbakti karen panduan tersebut merupakan salah satu cara menggapai ridho Illahi.

Sumber :

1 Comments

  1. Ya Allah... saya tuh sering kecewa sama ortu, tapi jangankan menghardik, mau ngomongin sesuatu hal aja mikir-mikir, takut nyakitin hati mereka.
    Kadang sedih gitu melihat orang yang berani bentak ibunya, nggak takut kualat apa ya?

    ReplyDelete
Previous Post Next Post