Mengenal Vaksinasi Lebih Jauh

Mengenal Vaksinasi Lebih Jauh



Pimpinan Majelis Ulama Indonesia( MUI) Bidang Dakwah serta Ukhuwah K. H. Muhammad Cholil Nafis membenarkan kehalalan dari vaksin Sinovac, serta MUI hendak bertanggung jawab terhadap keputusan tersebut.

" Majelis ulama itu yang bertanggung jawab di hadapan Allah. Betapa dosanya jika kita main- main dengan fatwa," kata Cholil Nafis kala jadi pembicara dalam webinar" Vaksn COVID- 19 buat Indonesia Bangkit" yang dipantau virtual dari Jakarta pada Sabtu.

Ia menegaskan kalau MUI tidak bisa jadi sembarangan menghasilkan fatwa hendak kehalalan vaksin COVID- 19, membenarkan kalau tidak memiliki babi.

Tadinya, regu dari MUI telah memandang aspek pembuatan dari vaksin Sinovac ialah memakai bagian dari virus yang telah dilemahkan. Sehabis memandang prosesnya dari dini hingga akhir, mereka memperoleh kesimpulan hendak kehalalan dari vaksin itu. Kita melaporkan vaksin corona sinovac itu merupakan suci, penegasan merupakan halal. Halal itu merupakan suatu yang suci, sebab tidak bisa jadi dikatakan halal jika itu tidak suci," katanya.

Dalam peluang tersebut, Cholil pula berkata butuh kerja sama buat terus menegaskan warga buat melaksanakan protokol kesehatan, sebab pandemi COVID- 19 masih berlangsung.

Dia berkata yang dapat dicoba merupakan terus menegaskan warga tanpa bosan hendak berartinya protokol kesehatan, walaupun baginya sebagian besar warga telah mengerti hendak perihal itu. Tidak hanya itu ia mendesak supaya pemuka agama pula menolong dalam sosialisasi vaksinasi.

" Oleh sebab itu barangkali butuh pula tema- tema keagamaan itu senantiasa menyinggung berkenaan dengan berartinya vaksinasi dalam jangka sebulan, 3 bulan hingga akhir tahun kepada warga supaya warga pula siuman," katanya.

Sebab itu ia menganjurkan pelatihan kepada dai serta khotib buat menguasai tentang vaksinasi. MUI sendiri hendak bekerja sama dengan Tubuh Nasional Penanggulangan Musibah( BNPB) serta Satgas Penindakan COVID- 19 terpaut pelatihan tersebut.

Vaksin Sama Pentingnya dengan Olahraga dan Makan Sehat

Vaksin adalah teknologi yang bantu tubuh menjadi kebal secara aman

Pemerintah menargetkan untuk memvaksinasi 70 persen penduduk Indonesia atau sekitar 181 juta orang dalam waktu setahun. Selain mengimbau masyarakat untuk mau divaksinasi, Pemerintah juga meminta masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

Menurut Anggota Satgas Imunisasi Dewasa PB PAPDI, dr. Sukamto Koesnoe, vaksin ini sama pentingnya untuk kesehatan. Kadar kepentingannya sama seperti makan sehat dan berolahraga saat pandemi.

"Vaksin itu aman dan efektif. Vaksin adalah teknologi yang diharapkan akan membuat orang kebal tetapi aman," ujar dr Sukamto dalam Webinar Vaksin Covid-19 untuk Indonesia Bangkit, Sabtu (30/1).

Ia memaparkan bahwa dengan pemberian vaksin diharapkan akan tumbuh sempurna kekebalan yang persis seperti keadaan di saat tubuh terinfeksi. Perbedaannya, kalau terinfeksi tubuh bisa sakit, dan tiga persen yang terjangkit virus corona bisa sakit dan meninggal

Dalam segitiga epidemiologi, jelasnya, terdapat tiga hal yang mempengaruhi yaitu lingkungan, jumlah virus dan kondisi inang dan penular (jaga jarak dan kekebalan tubuh). Vaksin memang memberikan kekebalan, tetapi faktor-faktor lainnya juga mempengaruhi apakah seseorang dapat terjangkit Covid atau tidak.

Sukamto menjelaskan, apabila virus banyak yang masuk, lalu virulensi atau keganasannya juga banyak, maka tubuh tetap bisa terjangkit penyakit.

Faktor-faktor lain pun seperti lingkungan dan kondisi inang atau penular lalu turut menjadi sangat penting. "Maka kita harus tetap memakai masker, jumlahnya virusnya dikurangi, untuk tetap cuci tangan dan tidak tinggal di tempat tertutup, sehingga lingkungan, virus, setting inang atau penular amat sangat penting, jadi tidak cukup dengan vaksin saja," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin juga menekankan agar masyarakat mau divaksinasi. Tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk membantu masyarakat sekitarnya.

Vaksinasi ini tujuannya untuk mencapai kekebalan komunal (herd immunity), 70 persen dari rakyat Indonesia di atas 18 tahun diharapkan memiliki kekebalan karena vaksin. "Akibatnya virusnya tidak bisa menular, dengan demikian penularan virus bisa dikurangi, epideminya bisa dihilangkan," kata Menkes.

Sumber :

https://m.antaranews.com/berita/1975491/mui-tegaskan-kehalalan-dari-vaksin-covid-19-sinovac

https://www.republika.co.id/berita/qnqr1b328/vaksin-sama-pentingnya-dengan-olahraga-dan-makan-sehat

Post a Comment

Previous Post Next Post