Ticker

6/recent/ticker-posts

Mari Mengenal Tuberkulosis (TB)

Mari Mengenal Tuberkulosis (TB) 


Tuberkulosis (TB) yang juga dikenal dengan singkatan TBC merupakan penyakit menular yang menyebabkan masalah kesehatan terbesar kedua di dunia setelah HIV. Penyakit ini disebabkan oleh basil dari bakteri Mycobacterium tuberculosis. Tuberkulosis sendiri dapat menyerang bagian tubuh manapun, tetapi yang tersering dan paling umum adalah infeksi tuberkulosis pada paru-paru.


Penyebaran penyakit ini dapat terjadi melalui orang yang telah mengidap TBC. Kemudian, batuk atau bersin menyemburkan air liur yang telah terkontaminasi dan terhirup oleh orang sehat yang kekebalan tubuhnya lemah terhadap penyakit tuberkulosis. Walaupun biasanya menyerang paru-paru, tetapi penyakit ini dapat memberi dampak juga pada tubuh lainnya, seperti sistem saraf pusat, jantung, kelenjar getah bening, dan lainnya.


Penyebab tuberkulosis adalah bakteri yang menyebar di udara melalui semburan air liur dari batuk atau bersin pengidap TB. Nama bakteri TB adalah Mycobacterium tuberculosis. Berikut ini beberapa kelompok orang yang memiliki risiko lebih tinggi tertular TB:


1. Orang yang sistem kebebalan tubuhnya menurun. Contohnya, pengidap diabetes, orang yang menjalani rangkaian kemoterapi, atau pengidap HIV/AIDS.

2. Orang yang mengalami malanutrisi atau kekurangan gizi.

3. Pecandu narkoba.

4. Para perokok.

5. Para petugas medis yang sering berhubungan dengan pengidap TB.

Akan tetapi, ada kelompok tertentu yang rentan terjangkit penyakit ini, siapa saja ?

Berikut beberapa di antaranya:

1. Anak-anak : Anak-anak adalah kelompok orang yang rentan sekali terinfeksi tuberkulosis, terutama mereka yang masih berusia di bawah 5 tahun (balita). Imunitas mereka belum seoptimal atau sesempurna orang dewasa muda sehingga apabila terpapar oleh penderita TBC, akan berpeluang ikut terinfeksi.


2. Lansia Serupa dengan anak-anak. Daya tahan tubuh lansia cenderung lebih lemah dibanding orang dewasa muda. Bedanya, daya tahan tubuh pada lansia cenderung menurun karena makin bertambahnya usia. Kondisi itu kemudian membuat mereka lebih rentan terjangkit tuberkulosis.


3. Pengidap HIV/AIDS Biasanya orang dengan daya tahan tubuh lemah sangat rentan dengan kuman tuberkulosis, misalnya pada pasien HIV. Para penyintas HIV bahkan memiliki peluang berkali lipat mendapatkan tubekulosis.


4. Penderita diabetes mellitus (DM) Penderita diabetes mellitus juga lebih berisiko terinfeksi tuberkulosis aktif dibanding mereka yang non-diabetes mellitus. Hal itu bisa terjadi karena DM bisa juga menyebabkan daya tahan tubuh seseorang melemah.


5. Miskin Mereka yang memiliki derajat sosio-ekonomi dan pengetahuan yang rendah, dinilai lebih sering menderita tuberkulosis. Hal itu berkaitan dengan buruknya kebersihan diri serta kekebalan tubuh pada individu dengan sosio-ekonomi dan pengetahuan rendah.


6. Tinggal di daerah padat penduduk Daerah pemukiman yang memiliki kepadatan penduduk tinggi serta lingkungan yang tidak sehat atau kumuh diyakini sebagai faktor-faktor kuat yang mendukung tingginya kasus tuberkulosis atau TBC. Baca juga: Cara Memilih Obat Batuk yang Tepat


7. Berada di lingkungan penderita TBC Mereka yang tinggal satu rumah dengan penderita TBC jelas juga memiliki risiko kuat untuk turut menderita tuberkulosis. Sehingga, sering disimpulkan, semakin banyak orang yang tinggal dalam satu rumah, penyebaran tuberkulosisnya kian mudah di dalam lingkungan rumah tersebut.


Pengobatan TB harus selalu meliputi pengobatan tahap awal dan tahap lanjutan dengan maksud:

• Tahap Awal: Pengobatan diberikan setiap hari. Paduan pengobatan pada tahap ini adalah dimaksudkan untuk secara efektif menurunkan jumlah kuman yang ada dalam tubuh pasien dan meminimalisir pengaruh dari sebagian kecil kuman yang mungkin sudah resistan sejak sebelum pasien mendapatkan pengobatan.


• Tahap Lanjutan: Pengobatan tahap lanjutan bertujuan membunuh sisa sisa kuman yang masih ada dalam tubuh, khususnya kuman persister sehingga pasien dapat sembuh dan mencegah terjadinya kekambuhan


www.mochferrydwicahyono313.com
Tbc

Gaya hidup sehat dan pencegahan tbc
Gaya hidup sehat dan pencegahan TBC




Post a comment

0 Comments