Ticker

6/recent/ticker-posts

Perhatikan Protokol Kesehatan Saat Berwisata lebaran

Perhatikan Protokol Kesehatan Saat Berwisata lebaran


Perhatikan Protokol Kesehatan Saat Berwisata lebaran. Saat pandemi, berpendapat belum ada tempat yang betul-betul 100 persen aman, apalagi saat libur biasanya terjadi lonjakan jumlah wisatawan. Namun bila tetap ingin berwisata, dia mengingatkan untuk senantiasa menerapkan 5M, yakni Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Menghindari Kerumunan dan Membatasi Mobilitas.


Risiko tetap tinggi bila terjadi kerumunan di tempat wisata akibat orang-orang yang tidak bisa menjaga jarak. Meski pengunjung yang datang berasal dari zona hijau atau daerah setempat, jangan sampai terjadi kerumunan karena bisa menimbulkan risiko penyebaran virus.


Mengingatkan masyarakat yang ingin berwisata untuk tidak mengabaikan protokol karena bisa membawa dampak buruk di masa depan. Semua orang diajak untuk bertanggungjawab karena setiap orang adalah figur penting dalam memutuskan penyebaran virus.


Ahli kesehatan masyarakat dr. Samuel Josafat Olam, MPH mengingatkan kembali masyarakat untuk memahami risiko dari bepergian dan patuh menjalankan protokol 5M yang sudah disarankan pemerintah.


"Apabila protokol kesehatan tetap diabaikan oleh masyarakat, maka wisata lokal yang tadinya diharapkan untuk menggenjot perekonomian daerah dan menjadi alternatif pengganti mudik, malah dapat berpotensi menambah transmisi virus, penularan penyakit, jumlah kasus pasien terinfeksi, dan akhirnya meningkatkan angka kematian pasien akibat COVID-19 pada suatu daerah." 

Post a Comment

3 Comments

  1. Kalau aku memilih di rumah saja sih dibanding desak-desakan di tempat wisata. Lebih aman dan sehat. Bisa ngemil juga. Hehehe

    ReplyDelete
  2. Jumlah positif masih sangat banyak, masih mencapai sekitar 1,8 jt.
    Mungkin akan lebih aman jika tempat wisata di tutup sementara sampai keadaan membaik, karena protokol kesehatan pun tidak akan maksimal

    ReplyDelete
  3. Hal yang sangat penting memang, saat ini tempat wisata menjadi tempat yang ramai. Terlalu berkerumuanan banyak org

    ReplyDelete